[Review Korean Movie] The Technicians

Oktober 05, 2018 0 Comments A+ a-


Di samping Kpop dan Culture, Korean Drama adalah salah satu hal yang membuat Hallyu Wave di dunia semakin terkenal. Cerita yang unik, pemeran-pemerannya yang bening-bening, hingga penggarapannya yang tak asal membuat K-Drama ini banyak di gandrungi oleh penggemarnya.

Sebenernya, bukan hanya K-Drama saja yang menuai kesuksesan. Industri perfilman di sana pun ikut berkembang dengan pesat. Buat gue, meskipun tidak bisa di pisahkan, industri drama dan film itu merupakan sesuatu yang beda.



Contohnya, dunia perfilman di Indonesia saat ini udah lumayan bagus, banyak loh film-film berkualitas karya anak bangsa. Begitu pula dengan FTV-FTVnya, meskipun ceritanya standart, tapi beberapa di antaranya masih terbilang layak tayang.

Oh, ya, FTV yang gue maksud itu FTV yang tayang di SCTV, bukan FTV hidayah-hidayah atau perselingkuhan yang tayang di Indosiar siang-siang hehehe

Makanya jangan suka bilang dunia perfilman Indonesia payah dan gak kreatif. Film Indonesia itu banyak kok yang bagus-bagus, akting artis-artis kita juga gak kalah sama artis Korea atau luar lainnya.

Itu kalau ngomongin dunia perfilman Indonesia. Lalu bagaimana dengan drama atau sinetronnya? Ngghh, untuk hal ini gue gak tahu harus ngomong apa.

Pada dasarnya, mau itu sinetron, drama Korea, Jepang, Turki, atau India, semuanya sama saja. Yang membedakan hanyalah cara penggarapannya.

Menurut gue sinetron Indonesia ini kurang, atau bahkan gak konsisten. Selama rattingnya bagus, jumlah episodenya pun akan di tambah sebanyak mungkin ampe intisari ceritanya melenceng jauh dari ide awalnya.

Lihat saja Tukang Bubur Naik Haji atau Mak Ijah Ingin Ke Mekah. Ratting tinggi, jumlah episode gak jelas, dan ceritanya makin ngawur. Tukang Bubur Naik Haji pada awalnya memang seru, tapi lama-kelamaan makin gak jelas, terutama saat Mat Solar hengkang dari sinetron tersebut.

Ya, masa judulnya Tukang Bubur Naik Haji, tapi pemeran utamanya gak ada. Malah yang di angkat adalah karakter Haji Muhidin. Dari pada gak jelas gitu, kenapa gak di bikinin aja serie khusus buat Haji Muhidin dengan genre Hidayah.


By the way, kenapa gue jadi ngomongin Haji Muhidin, ya? Duh, sinetron kita emang menyesatkan ampe ngebuat gue lupa diri wkwkwk

Balik lagi ke Film Korea. Hal yang gue suka dari film atau drama Korea adalah karena genrenya yang beragam. Mau genre action, drama keluarga, horror, atau fantasy, semuanya ada.

Latar ceritanya pun beragam, ada yang seputar dunia perkantoran, sekolah, medical, hingga budaya. Dan semuanya itu di garap dengan niat dari segi properti, budget, cerita, dan lain sebagainya.

Kaya misalnya cerita tentang dunia medical, maka syutingnya beneran di rumah sakit dengan segala perlengkapan canggihnya, bukan kaya sinetron kita yang setting rumah sakit atau kantornya hasil nyulap dari rumah biasa.

Bukan ngejelekin sih, tapi emang gitu faktanya. Katanya sih alesannya karena budget. Tapi untuk sekelas TV nasional, harusnya budget bukanlah sebuah alasan. Masa kalah sih sama film-film indie buatan anak muda yang meskipun low budget, tapi tetep kelihatan kualitasnya.

Duhhh, jadi ngomongin sinetron lagi. Suka greget deh kalau udah ngomongin sinetron Indonesia hehehe


Secara teknik pengambilan gambar atau visual effect, film action Korea gak kalah keren dari film-film Hollywood. Makanya gak heran kalau Korean Movie itu basicnya emang lebih ke Hollywood.

Salah satu film action - crime yang baru selese gue tonton adalah The Technicians atau The Con Artist. Film yang rilis Desember 2014 ini menceritakakan tentang safe cracker bernama Ji Hyuk ( Di perankan oleh Kim Woobin ).

Ji Hyuk ini hidup bergelimang harta hasil dari kerjaannya nyuri barang antik dan perhiasan mahal. Sesekali dia juga ngebuat barang-barang palsu. Intinya mah dia maling gitu deh.

Bersama Gong In ( Ko Changwook ) dan Jong Bae ( Lee Hyunwoo ), mereka bergabung menjadi partner in crime dalam setiap misinya.

By the way, perasaan Lee Hyunwoo maen filmnya yang bergenre action mulu deh akhir-akhir ini, padahal dia masih cocok buat meranin peran di drama remaja gitu.

Jadi inget waktu dia pernah bilang kalau dia iri sama Yoo Seung Ho, karena tampangnya dia tampang main character, sementara si Hyunwoo tampangnya terlalu cute untuk jadi pemeran utama dalam sebuah drama. #poorHyunwoo


Kembali ke topik awal.

Hingga pada suatu hari, mereka ketemu engkoh-engkoh pengusaha Cina yang menawari - atau lebih tepatnya mengancam - mereka untuk merampok uang di Bea cukai Incheon yang terkenal dengan penjagaannya yang ketat dan berteknologi tinggi.

Awalnya sih mereka nolak, tapi karena di ancam, ya mau gak mau mereka harus melakukannya. Dengan kemampuan Ji Hyuk membobol brangkas, koneksi dan peralatan yang di miliki Gong In, serta kemampuan ngehack jaringan si Jong Bae, maka misi merampok uang dari otoritas Bea Cukai Incheon pun di mulai.

Hmm, kalau dari segi cerita, menurut gue premisnya agak standart. Bukan agak sih, emang standart banget. Film dengan cerita kaya gini kayanya udah banyak banget. Kalau bukan karena pemerannya, gue juga gak yakin bakal banyak yang nonton.


Gini-gini juga The Technicians masuk ke dalam jajaran box office Korea, loh. Effect Kim Woobin kerasa banget di sini, secara film-film yang di peraninnya pada laku semua. Padahal mah ceritanya yah gitu-gitu aja, gak ada yang spesial.

Meskipun ini film action, gue juga gak ngerasa banyak adegan action di film ini. Kalau pun ada, paling hanya sebatas berantem-berantem doang. Itu juga adegan berantemnya cuman gitu-gitu doang.

Untuk karakternya sendiri, gak ada yang baru. Ji Hyuk sebagai pemeran utama di gambarkan dengan sosok ganteng, fisik yang bagus, serta jago berantem. Terlalu sempurna, sosok kaya gini udah terlalu mainstream di dunia perKPop-an.

Harusnya yang jadi peran utama itu si Gong In, badan tambun tapi pandai khayang misalnya. Atau yang jadi Ji Hyuk itu si Lee Hyun Woo.

Intinya, jangan terlalu di buat sempurna banget. Kalau pun Ji Hyuk harus tetep jadi pemeran utama, kan bisa aja karakternya di buat agak bego atau blah-bloh, tapi kalau udah urusan mukul orang sama ngebobol brangkas, gak usah di tanya lagi.

Kalau dengan format seperti sekarang, sejujurnya karakter dan alur ceritanya udah ketebak dari awal. Ji Hyuk orangnya kaya gimana, Gong In orang seperti apa, atau gimana karakternya si Jong Bae semuanya udah kebaca dari awal.


Kenapa? Karena karakter-karakter itu udah terlalu umum dan udah nempel di otak penonton. Jadi pas ngeliat karakter-karakter di film ini, pasti banyak yang cuman "Ohh" aja.

Gak ada kesan misterius-misterius yang bikin penonton penasaran atau bertanya-tanya. Gue yang nonton pun, hanya sekedar nonton.

Gue gak bilang film ini jelek, kok. Film ini bagus. Dari segi penggarapan, sinematography, hingga akting para pemerannya gak ada yang salah. Semuanya oke-oke saja, cuman ya ceritanya aja yang terlalu standart.

Jadi, film ini hanyalah sekedar film yang bagus, tapi gak terlalu berkesan dan memorable buat yang nontonnya.

Gak terlalu banyak adegan berkesan yang membuat gue berdebar-debar ketika menontonnya. Makanya gue juga bingung kalau misalnya di tanya adegan apa yang paling gue favoritin di Film ini.


Pesan yang bisa di ambil dari film ini?

Gak ada pesan yang spesial sih, palingan lebih ke friendship. Film ini kan agak menyinggung tentang kepercayaan dalam sebuah persahabatan. Itu loh, pas adegan si Jong Bae yang ngehianatin temen-temennya, eh ternyata...

Yah, gitu deh. Gue gak mau terlalu banyak spoiler, biar kalian tonton sendiri filmnya.

Overall, di samping ceritanya yang standart, The Technician tergolong film yang layak tonton buat gue. Yah, gak ada salahnyalah buat jadi tontonan sebelum tidur hehehe

Secara keseluruhan, kalau harus menilai, untuk film ini gue kasih nilai : 6.5/10 deh.

Tadinya sih mau gue kasih 5.5 atau 6 gitu, tapi gak jadi soalnya film ini ke tolong sama para pemeran utamanya wakssss

Gue kan nonton film ini karena yang mainnya Woo Bin sama Hyun Woo, kalau yang meraninnya artis yang nugu-nugu, gue juga belum tentu kali mau nonton film ini.

#biassedbanget #gwenchanalahgwenchana